Regenerasi Terhambat, Rafting Terbengkalai

Capture

Pasar Bunga Sekar Mulyo yang berada di Desa Sido Mulyo Kota Batu sudah berdiri sejak tahun 2005. Pasar Bunga Sekar Mulyo ini dibangun atas usulan Dinas Pariwisata yang melihat warga sekitar gemar memelihara bunga. Usulan tersebut disambut positif oleh mereka sehingga kini kita bisa melihat Desa Sido Mulyo penuh hamparan bunga. Setara dengan penjelasan Arie Dharma, salah satu anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) bahwa tempat ini dulunya penuh ilalang, namun setiap warga memiliki bunga.

 

Semenjak kemunculan Pasar Bunga Sekar Mulyo, banyak warga yang melihat potensi desa yang bisa dikembangkan. Seperti wisata edukasi menanam, potong bunga, pelatihan merangkai bunga, outbond, dan rafting. Wisata yang banyak itu membuka peluang bagi Pokdarwis, yaitu menawarkan paket wisata di Desa Sido Mulyo kepada wisatawan sejak tahun 2013. Keberadaan bisnis paket wisata ini membuat pasar semakin dikenal masyarakat luas, sehingga jumlah pengunjung meningkat.

 

Seiring berjalannya waktu, bisnis paket wisata ini kian tak terurus. Para pengelola yang sudah sibuk dengan kehidupan pribadi dan tidak adanya regenerasi menjadi penyebabnya. “Biasanya itu pengelola ada yang udah kawin terus ikut istri,” tutur Arie Dharma. Hal ini berdampak pada sepinya pengunjung, sehingga salah satu wisata tidak lagi beroperasi. Wisata tersebut adalah rafting, dimana pengelolanya tidak lagi membersihkan sungai setiap minggunya. Kini sungai tersebut tidak dapat digunakan. “Sekarang air sungainya sedikit, banyak batu dan sampah.” Ujar pria yang dulu menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Desa Sido Mulyo. Wisata rafting hanya bertahan sampai tahun 2014, hal ini menyisakan alat rafting yang tidak terpakai. “Daripada (alatnya) menganggur, kita pengen mengadakan rafting lagi.“ Imbuh pria yang akrab disapa Arie. Namun, keadaan sungai yang tidak memungkinkan, membuat warga dan Pokdarwis memberi saran pada pemerintah. Sayangnya, saran tersebut belum juga diwujudkan oleh pemerintah.

 

Beberapa wargapun mengutarakan keinginannya bagi tempat wisata di Desa Sido Mulyo. “Saya setuju dengan berbagai macam wisata, termasuk rafting. Namun, saya ingin yang mengelola adalah warga sini.” Ungkap Budi Mulyono salah satu petani disana. Tak lupa Arie juga memaparkan sarannya, “Saya pengen sungainya di urus oleh pemerintah agar bisa dimanfaatkan lagi oleh warga.” Sebelum menutup perbincangan, Arie menuturkan keinginannya untuk warga ataupun Pokdarwis yang lebih aktif dan kritis demi kemajuan Desa Sido Mulyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *