Indiline

Kacaunya Pelaksanaan Hari Tenang, Kecakapan Penyelenggara Diragukan

2 Mins read

Masa tenang merupakan waktu tanpa segala macam aktivitas kampanye dalam bentuk apapun. Pelaksanaannya pun diatur dalam Tata Tertib Hari Tenang Pemilihan Wakil Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (Tatib Hari Tenang Pemilwa KM FEB UB) 2021. Adapun waktu pelaksanaannya dimulai pada tanggal 2 Januari 2022 pukul 00.00 WIB sampai 3 Januari 2022 pukul 00.00 WIB. Menurut Tatib Hari Tenang Pasal 3 ayat 1, pelaksana serta relawan wajib membersihkan konten pada official account (OA) kampanye sebelum hari tenang dimulai. Dalam ayat berikutnya, disebutkan bahwa pelaksana wajib menonaktifkan OA kampanye setiap peserta Pemilwa KM FEB UB 2021 sebelum hari tenang dimulai.

​Apabila melaksanakan kampanye di luar masanya, pelaku dapat dikenakan sanksi berat. Hal ini tertera dalam Undang-Undang (UU) Pemilwa Bab 11 Pasal 31 ayat 2. Lebih lanjut, dalam Bab 11 Pasal 32 ayat 3, pelanggar dapat dikenakan berbagai sanksi berupa pengurangan jumlah suara sebanyak 10%, teguran tertulis, serta membuat surat permohonan maaf. Sanksi ini pun dipertegas dalam Tatib Hari Tenang Pasal 4 ayat 1.

​Sayang sekali, masih ditemukan beberapa pelanggaran dalam pelaksanaannya, yaitu tidak dinonaktifkannya OA Line Ruang Sinergis, salah satu koalisi yang didirikan peserta Pemilwa, selama hari tenang. Tidak hanya itu, Ruang Sinergis juga luput dalam menghapus konten-konten yang mereka sajikan dalam OA Linenya. Selain itu, Ferry Dwi Ardyansyah, Calon Dewan Perwakilan Mahasiswa Jurusan Manajemen, turut lalai dalam menghapus konten yang mengandung unsur kampanye di akun Instagramnya.

​Anehnya, tidak ada hukuman yang mengikat kedua oknum tersebut. Melalui Surat Keputusan (SK) 3/001/PEMILWAKMFEBUB/1/2022, Ruang Sinergis tidak dijatuhi hukuman karena adanya kesalahan sistem di luar kendali pelanggar. Tidak hanya itu, Ferry pun turut lolos dari pelanggaran dengan alasan yang sama dalam SK 3/002/PEMILWAKMFEBUB/1/2022. Dalam kedua surat tersebut, tidak tertera lebih lanjut kendala yang dimaksud serta bukti pendukung untuk menjustifikasi persoalan tersebut.

Masalah tersebut menandakan bahwa penyelenggara kurang maksimal dalam menjalankan perannya. Panpel bertugas untuk mengumpulkan, menyusun, dan menyampaikan bahan-bahan publikasi serta dokumentasi data sebagai bentuk transparansi kegiatan Pemilwa KM FEB UB. Hal tersebut telah diatur dalam UU Pemilwa Bab V Pasal 11 ayat 1. Namun, pada kenyataannya, publikasi dalam surat keputusan tidak disertakan dengan alasan serta bukti yang cukup jelas sehingga Panpel dinilai kurang transparan dalam menjalankan tugasnya.

Penyelenggara juga dapat dinilai tidak adil terhadap calon lain jika membiarkan hari tenang tetap berlangsung dengan adanya OA Ruang Sinergis. Konten-konten di dalamnya pun masih tersedia dengan visi misi dari setiap pasangan calon koalisi Ruang Sinergis. Dalam menyelenggarakan prinsip adil, Penyelenggara Pemilwa KM FEB UB 2021 bersikap dan bertindak dengan memperlakukan secara sama setiap calon, peserta, calon pemilih, dan pihak lain yang terlibat dalam proses pelaksanaannya. Hal tersebut tertuang dalam Tatib Penyelenggara Bab III Pasal 10.

Ketidakcakapan penyelenggara dapat berdampak pada pelaksanaan Pemilwa. Dengan membiarkan hari tenang tetap berjalan meskipun Ruang Sinergis tidak menghapus OA-nya, koalisi lain akan merasakan dampaknya mengingat pemilih tidak dapat mengakses kembali akun mereka. Bahkan, konten Ruang Sinergis tetap ada hingga hari tenang berakhir. Selain itu, kurangnya transparansi data yang diberikan penyelenggara dapat menimbulkan ketidakpercayaan di lingkungan KM FEB UB mengingat penyelenggara memiliki bukti, namun tidak membagikannya.

Seharusnya, panitia lebih memahami lagi perannya dalam menjalankan Pemilwa. Apabila ada bukti bahwa tersangka layak lolos dari pelanggarannya, penyelenggara perlu menginformasikan kepada KM FEB UB. Ketika bukti tersebut memang benar adanya, penyelenggara sebaiknya tidak melanjutkan hari tenang hingga pihak Ruang Sinergis dapat menghapus akunnya. Tindakan meloloskan hal seperti ini mencederai prinsip yang dibawa dalam penyelenggaraan Pemilwa.

Jabrik : Andhimas Krisna Yudha
Illustrator : Zaenal Arifin
Editor : Putu Arya Diva Mahardika

Leave a Reply

Your email address will not be published.