Aksi Kamisan: Kenang 19 Tahun Terbunuhnya Munir
Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Aksi Kamisan Malang bersama dengan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya menggelar aksi pada tanggal 7 September 2023. Massa terlihat sudah berkumpul pada pukul 15.30 di pinggir Alun-Alun Kota Batu. Mereka menggunakan baju hitam dan membawa spanduk bertuliskan “Hati-Hati Negara Membunuhmu, September Hitam” sembari melakukan orasi secara bergantian.
September Hitam merupakan sematan terhadap berbagai peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, salah satunya ialah tewasnya Munir Said Thalib. Achmed Hibatillah selaku Koordinator Lapangan mengatakan bahwa Aksi Kamisan kali ini bertujuan untuk mengingat kembali peristiwa dibunuhnya sang pejuang HAM asal Kota Malang tersebut. “Pada 19 tahun lalu di tanggal yang sama, terjadi peristiwa yang tidak boleh dilupakan oleh kita yaitu pembunuhan terhadap Munir,” ucapnya.
Tidak hanya sekedar berorasi, aksi kamisan kali ini juga melakukan ziarah ke Makam Munir. Ia dimakamkan di Pemakaman Umum Sisir Batu. Hal ini menjadi alasan aksi Kamisan diadakan di Kota Batu agar mempermudah mobilisasi massa. Achmed menjelaskan bahwa hal ini juga merupakan kesepakatan konsolidasi yang dilakukan sebelumnya.
Pada pukul 16.00 massa aksi berangkat menuju tempat peristirahatan terakhir Munir. Sesampainya di makam, mereka melakukan doa bersama serta menyanyikan lagu Darah Juang dan Gugur Bunga. Achmed berharap masyarakat dapat menjadi lebih sadar akan pentingnya isu mengenai HAM. “Saya harap masyarakat bisa mengingat kembali kejahatan yang telah dilakukan negara terhadap warganya sendiri,” tutupnya.
Penulis: Alexander Sigit A.
Editor: Syafiq Muhammad M.
Foto: Habib Abdul A.
