Feri Amsari Apresiasi Kampus yang Berani Fasilitasi Diskusi Terbuka

Film Dirty Vote kini sudah ditonton sebanyak 27 juta kali dalam waktu sepuluh hari penayangan. Dandhy Laksono selaku sutradara bersama timnya mengadakan roadshow diskusi terbuka ke berbagai daerah. Pada Rabu, 21 Januari 2024, mereka melanjutkan rangkaian tersebut di kota Malang tepatnya Universitas Widyagama (UWG).

Salah satu narasumber Dirty Vote, Feri Amsari, memberikan apresiasi atas keberanian UWG memfasilitasi diskusi terbuka. Menurutnya, tidak semua kampus kini berani melakukan hal serupa. Tak hanya itu, ia juga menantang para audiens untuk membantah substansi dari film tersebut. 

Dandhy turut bercerita ketika dalam proses mengunggah Dirty Vote, terdapat salah satu tim pasangan calon yang sudah menyebarkan undangan konferensi pers menanggapi film tersebut. Ia kemudian menegaskan bahwa film ini tidak bertujuan untuk mempengaruhi elektoral. Akan tetapi, Dirty Vote dibuat untuk menyajikan data dan fakta kepada masyarakat mengenai kecurangan dalam proses Pemilihan Umum 2024.

Pemilihan tanggal rilis film juga tidak ada kaitannya dengan hari tenang. Dandhy menyatakan bahwa ia bukan bagian dari salah satu kontestan yang terikat dengan hari tersebut. “Masa tenang diciptakan orde baru agar para kontestan tidak bisa berkampanye dan giliran negara yang bergerilya memenangkan Golongan Karya dan Soeharto,” tegasnya.

Oleh: Amelya Queen O.
Editor: Syafiq Muhammad M.

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
2
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Refleksi Pelanggaran HAM dalam 17 Tahun Aksi Kamisan
Next post FEB UB Lakukan Pembaruan Pakta Zona Integritas