Dugaan Afiliasi Partai Politik di Salah Satu Stand UMKM Open House Raja Brawijaya

Pada 30 Agustus 2025, Panitia Raja Brawijaya (Rabraw) mengadakan konferensi pers insidental pada hari pertama open house (OH). Konferensi pers kali ini hanya dihadiri oleh tujuh wakil ketua pelaksana (wakapel) tanpa kehadiran Amelia Rizky Ramadhan, selaku ketua pelaksana Rabraw. Dalam konferensi pers tersebut, terdapat pembahasan mengenai adanya huru-hara yang sempat terjadi saat agenda OH berlangsung.
Kegaduhan dipicu oleh penyewa tenda Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bernomor 33 bernama Pica Florist, diduga menyelipkan suatu kepentingan lembaga yang tidak terkonfirmasi panitia. Hal tersebut bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disepakati, bahwa satu tenda hanya dapat diisi oleh satu lembaga. Kemudian, Tarisha Nurul Hudzwah, selaku wakapel bidang conceptor, communication, and media menerangkan, “Pelanggaran berat lainnya adalah terdapat atribut yang terafiliasi dengan sayap politik Indonesia.”
Mengenai hal tersebut, Panitia Rabraw menindak tegas dengan melakukan penyitaan atribut berupa bendera yang terpampang di dalam tenda. Tindakan lanjutan yang akan diambil Panitia Rabraw adalah melakukan pembahasan mengenai kemungkinan penutupan dan pembekuan tenda terkait. Meskipun begitu, wakapel lain yaitu Razan Hafizh Fauzi menekankan, perlunya perbedaan sikap dalam menangani unsur yang diduga terafiliasi partai politik dan tenda UMKM Pica Florist.
Oleh: Rafli Alfiansyah
Editor: Izra Putri Wayusra
Foto: Rafli Alfiansyah
