Prioritaskan Utang Vendor, Mafest Belum Selesaikan Refund Tiket

Enam bulan berlalu sejak Management Festival (Mafest) X Economics Sport and Talent (EST) Brawijaya dilaksanakan pada 3 Maret 2023. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Manajemen (HMDM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya tersebut awalnya akan dihelat pada November 2022. Namun, panitia tak kunjung mendapatkan perizinan sehingga terjadi penundaan. Berbagai permasalahan masih menyelimuti Mafest sampai saat ini, di antaranya pelunasan utang terhadap vendor dan refund tiket para konsumen yang tak kunjung selesai. Rosafina Mayrena, salah satu konsumen Mafest, mengaku telah mengajukan refund untuk dua tiket yang dibelinya. “Tapi aku cuma menerima satu pengembalian tiket saja dan itu kepotong sekian persen,” ungkap Mayrena. Konsumen lainnya, Firsta Divani juga menjelaskan bahwa dirinya telah mengisi formulir refund yang disediakan panitia. “Sampai sekarang juga belum (refund) dan enggak ada kejelasan,” keluhnya.

Panitia Mafest telah membuka proses pengajuan refund sejak November 2022. Firsta mengatakan bahwa dirinya telah melakukan pengajuan refund sejak bulan tersebut. Begitu pun dengan Mayrena, “Setelah mereka menyediakan pengajuan refund, aku langsung ngajuin sih.” Padahal, panitia awalnya menjanjikan proses refund hanya membutuhkan waktu 45 hari. Fauzan Aldi Raihan, Ketua HMDM 2023 juga mengaku terdapat beberapa konsumen yang mempertanyakan proses refund kepadanya. “Karena aku kurang tau informasinya,  jadi aku cuma bilang kalau proses refund tetap terus berlanjut,” ujarnya.

Mayrena sampai saat ini masih berupaya menghubungi panitia melalui media sosial, “Aku sudah hubungi lewat WhatsApp, Line, Instagram, dan responsnya hampir tidak ada semua”. Hal yang sama dilakukan oleh Firsta dalam menagih pertanggungjawaban dari panitia. Namun, upaya tersebut nyatanya tidak membuahkan hasil. Respons panitia sejauh ini hanya mengirimkan Email permohonan maaf. “Tanggal 8 Mei, mereka kirim Email tetapi itu permohonan maaf saja,” ungkap Mayrena. Fauzan menjelaskan bahwa transparansi publik masih menjadi ranah dari panitia Mafest 2022. Ia menjelaskan, “Jadi tugas aku di sini adalah menghubungkan apa yang mereka (panitia) butuhkan”.

Lebih lanjut, Fauzan menyampaikan keterlibatannya sebagai Ketua HMDM 2023 dalam menyelesaikan permasalahan Mafest yang merupakan program tahun sebelumnya. Ia hanya berperan sebagai perantara antara pihak-pihak yang terlibat, khususnya panitia Mafest dengan Departemen Manajemen. “Karena memang sebelum aku maju (daftar sebagai Ketua HMDM 2023) pun enggak ada hitam di atas putih, hanya ada obrolan kalau Mafest ini menjadi tanggung jawab periode 2022,” terangnya. Dirinya juga menyampaikan bahwa fokus panitia Mafest saat ini ialah pelunasan utang ke pihak vendor, “Karena kan vendor juga butuh pemasukan untuk diputar ke bisnisnya.”

Firsta menyebut nominal tiket yang belum dikembalikan oleh panitia ialah sebesar Rp140.000,00 “Itu bukan nominal yang gede banget, tapi sayang saja. Selain itu, bukan satu atau dua orang saja yang belum di-refund,” ungkapnya. Mayrena yang membeli dua tiket menyebut bahwa total uang yang dikeluarkannya sebesar Rp275.000,00. “Harapannya kalau mereka mau buat acara lagi, ini tolong clear-kan terlebih dahulu,” pintanya. Ia juga berharap panitia terus memberikan informasi dan konfirmasi kepada para konsumennya perihal proses refund.

Oleh Syafiq Muhammad M.
Editor: Idham Zaidan A.
Ilustrator: Rohan Maulana P. P.

Happy
Happy
1
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
1
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Aksi Kamisan: Kenang 19 Tahun Terbunuhnya Munir
Next post Satu Tahun Tragedi Kanjuruhan