Belum Ada Titik Terang, Keluarga Korban Kanjuruhan Terus Tuntut Keadilan

Peringatan dua tahun Tragedi Kanjuruhan digelar pada tanggal 1, 3, dan 5 Oktober 2024. Puncak Kegiatan dilaksanakan dengan menggelar doa bersama di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Rangkaian ini bukan hanya sebagai ajang mengenang para korban, melainkan juga untuk pengingat bahwa tragedi ini masih belum tuntas, baik secara hukum maupun sosial.
Pak Midun salah seorang yang peduli dengan tragedi Kanjuruhan, kembali melakukan aksi bersepeda dari Malang ke Jakarta. Beliau melakukan perjalanan untuk kedua kalinya sebagai bentuk solidaritas dan dukungan dalam mencari keadilan bagi para korban. “Jika tragedi Kanjuruhan hanya untuk dikenang, itu artinya kita terlalu pasrah menerimanya,” ujar Pak Midun.
Sementara itu, keluarga korban juga terus menuntut pihak berwenang untuk lebih serius dan tegas dalam menangani kasus ini. Mereka merasa bahwa proses hukum yang berjalan terlalu lambat dan belum memberikan kejelasan. Pak Hasan selaku perwakilan dari keluarga korban meminta untuk jangan pernah lelah dalam menegakkan keadilan agar perjuangan tidak sia-sia. Mereka juga berharap dan meminta agar masyarakat turut serta dalam menyuarakan dan memperjuangkan keadilan bagi para korban.
Oleh : Nurharyanti Iswar
Editor : Syafiq Muhammad Mufid
Foto : Nurharyanti Iswar
