Batasi Jumlah Reporter LPM, Humas Rabraw Ingkari Nota Kesepahaman

Rangkaian PKKMB UB dimulai pada Senin, 11 Agustus 2025. Acara tahunan dengan nama Raja Brawijaya (Rabraw) ini memiliki tiga venue utama yakni Auditorium UB, Samantha Krida, dan Gor Pertamina.

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di UB turut hadir dan meliput setiap rangkaian Rabraw dari awal sampai akhir. Tahun ini LPM di UB yang meliput membuat nota kesepahaman dengan Panitia Rabraw. Nota kesepahaman ini mengatur beberapa poin, meliputi koordinasi dan akses, jumlah peliput, wawancara dan narasumber, konten dan etika peliputan, dan lainnya.

Baru satu hari berjalan, nota kesepahaman yang dibuat gagal dijalankan dengan baik oleh pihak Hubungan Masyarakat (Humas) Rabraw 2025. Diketahui Humas Rabraw secara sepihak menetapkan kloter dan jumlah maksimal untuk LPM yang ingin meliput ke venue Samantha Krida. 

“Ada keterangan bahwasannya setiap LPM itu hanya boleh mendelegasikan dua orang per venue. Nah, keterangannya hanya sampai di situ. Tapi ketika pelaksanaan banyak pembatasan yang membuat teman-teman LPM enggak punya kesempatan untuk masuk karena ada kloter-kloteran itu,” terang Dhito, Pemimpin Umum LPM Kavling 10.

Setelah kejadian tersebut, beberapa LPM yang kemudian diwakilkan oleh LPM Kavling 10 menyampaikan keberatannya. “Sebenarnya merujuk pada kesepahaman saja sih, apa yang kita sepakati itu yang kita jalankan. Kita udah fair atau fine-fine aja ketika dibatasin cuman boleh dua orang masuk. Tapi janganlah itu dibatasin juga jumlah lembaganya,” ujar Dhito.

Sebagai solusi, Humas Rabraw mengadakan mediasi dengan pihak LPM. Menurut keterangan Dhito, pada mediasi tersebut, Humas Rabraw menyampaikan adanya kendala SDM yang menjadi sumber permasalahan ini. Meski begitu, dari pihak LPM tetap menuntut untuk bisa meliput sesuai dengan nota kesepahaman di awal. 

“Akhirnya disepakati bahwasannya LPM sendiri yang akhirnya menentukan itu. Jadi next-nya itu LPM bisa untuk bebas masuk-keluar tapi dengan catatan yang mempunyai hak untuk menentukan ya LO itu sendiri. LO ini yang melihat kondisi apakah kondusif atau tidak ketika anak-anak LPM ini sejumlah yang mungkin beberapa ada yang masuk. Untuk pergantiannya itu yang mengatur dari teman-teman LPM sendiri,” tutup Dhito.

Oleh: Al Gregory R. P.
Editor: Aldira Sifa A.

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Diakses Banyak Pihak, Akun Advokesma BEM FEB Menyukai Konten Seksis
Next post PKKMABA FEB UB Undang TNI Sebagai Pemateri Wawasan Kebangsaan