Muasal Bau Busuk
Jangan coba kau muntahkan kembali
Celotehan dari moncong besar milikmu
Isinya tak lebih baik dari geladir
Toh kalimat yang keluar hanya bau
Bau busuk menusuk hidung
Kemudian diteruskan ke jantung
Mengapa haus sekali akan puja-puji?
Mengapa berperut besar dengan harta?
Itu hanya anala yang akan melahapmu
Lalu perlahan menggerogoti rasa manusiawi
Taukah kau dari mana muasal bau busuk itu?
Mungkin dari apa yang kau santap
Pengerat! saat itu kau tampak rakus sekali
Mengais-ngais dengan cakar panjangmu
Tak mengindahkan lolongan nestapa
Yang kau peduli hanya perut bengkakmu
Matamu menyiratkan rasa lapar yang harus dipenuhi
Ketamakan juga turut menghiasi
Terus kau paksakan masuk hingga tak bersisa
Maka saat kau buka congormu yang keluar hanya bau
Penulis: Izra Putri W.
Editor: Zaenal Arifin
Ilustrator: Rohan Maulana P.P.
