Refleksi Penegakkan HAM 100 Hari Pemerintahan Prabowo Lewat Film Eksil

Memperingati 100 hari pemerintahan baru, Amnesty International Indonesia menyelenggarakan acara pemutaran dan diskusi film Eksil pada 19 Februari 2025 di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Pemutaran film Eksil yang disaksikan oleh para hadirin membawa sudut pandang baru terkait kejadian lengsernya Soekarno pada 1965. Lola Amaria sebagai sutradara mengangkat cerita tentang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri dan tidak mendapat kejelasan status kewarganegaraan.

  Rafli Hartono selaku perwakilan Amnesty International Chapter Universitas Jember sekaligus pemateri di acara ini menyatakan harapannya atas penayangan film tersebut. “Harapannya hanya satu, terus memperjuangkan terkait penyuaraan hak asasi manusia,” ungkap Rafli. Ia juga menekankan bahwa perjuangan atas HAM memerlukan regenerasi.

Lebih lanjut, Rafli beranggapan bahwa rencana pemerintah untuk memberikan hak kewarganegaraan kembali terhadap korban eksil tidak cukup untuk menggantikan kerugian yang dialami para korban. “Bagi mereka, keadilan adalah pengungkapan bagaimana itu dapat terjadi, siapa pelakunya, dan jaminan bahwa kejadian kelam tersebut tidak akan terulang kembali,” tutur Rafli.

Oleh: Ghina Rizka R.

Editor: Muhammad Azka H.

Foto: Amelya Queen O.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Tempo Goes to Campus: 100 Hari Pemerintahan Prabowo
Next post Mengapa Danantara Lebih Rentan terhadap Korupsi?