Marlina, Simbol Transformasi Perempuan dalam 4 Babak

Rilis pada November 2017, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak adalah film karya Mouly Surya yang bertindak sebagai penulis sekaligus sutradara. Film ini berhasil memenangkan Piala Citra tahun 2018 untuk kategori film cerita panjang terbaik, pemeran utama wanita terbaik, dan sutradara film panjang terbaik. Selain itu, film dengan tokoh utama bernama Marlina ini berhasil ditayangkan di 40 negara dengan rating IMDb 6,9/10.
Pada Babak pertama yang berjudul “Perampokan”, Marlina dihadapkan pada realitas mengerikan bahwa wanita hanyalah makhluk lemah yang sepatutnya tunduk pada dominasi laki-laki. Perampokan ini tidak hanya merujuk pada perampasan hewan ternak milik Marlina, tetapi juga secara simbolis merujuk pada perampokan kesuciannya ketika dirudapaksa oleh Marcus, ketua bandit. Kejadian ini merupakan titik balik Marlina untuk melakukan aksi perlawanan. Dia meracuni 4 dari 7 orang bandit hingga tewas, memenggal kepala Marcus saat dirudapaksa, sementara 2 bandit lainnya berhasil kabur menggiring hewan ternak rampasan. Babak kedua dengan judul “Perjalanan”, Marlina menuju kantor polisi untuk mengungkapkan kejadian itu sembari membawa golok dan kepala Marcus. Dalam perjalanan, dia sempat dihantui oleh Marcus yang muncul tanpa kepala, sedang memainkan gitar. Sosok Marcus yang terus mengikuti, menjadi simbol rasa trauma dan ketegangan batin Marlina selama perjalanan.
Berlanjut pada babak ketiga, “Pengakuan dosa” secara simbolis ditunjukkan ketika Marlina menceritakan kejadian tersebut pada sahabatnya, Novi, di tengah perjalanan menuju kantor polisi. Meskipun begitu, Marlina tidak mau menyebut aksi membela diri tersebut sebagai perbuatan berdosa. Sesampainya di kantor polisi, cerita Marlina tidak dianggap serius, bahkan cenderung disalahkan oleh polisi karena tidak melawan saat dilecehkan. Babak keempat dimulai dengan “Kelahiran” yang secara simbolis digambarkan ketika Novi melahirkan bayi usai menjadi korban kekerasan suaminya, Umbu, atas dasar fitnah perselingkuhan. Babak “Kelahiran” ini juga merupakan makna simbolis lahirnya keberanian Novi untuk memenggal anak buah Marcus saat melihatnya merudapaksa Marlina sembari meminta kepala tuannya.
Meski memuat adegan sadistik yang menimbulkan perasaan tidak nyaman, minim dialog antar tokoh, dan beberapa penokohan kurang dieksplorasi, film ini tetap memiliki sisi uniknya sendiri. Pada bagian awal cerita, film ini langsung fokus pada konflik utama yang sangat intens. Dalam waktu 1 jam 30 menit, penonton dapat menikmati keindahan pulau Sumba. Minimnya scoring musik juga membuat suasana semakin tegang. Selain itu, film ini memuat banyak makna simbolis tentang transformasi seorang janda lemah untuk mendapatkan kebebasan dan hak-haknya sebagai perempuan. Marlina mendobrak keras stigma masyarakat di mana perempuan dianggap sebagai makhluk lemah dan sudah sewajarnya tunduk pada dominasi laki-laki patriarki.
Oleh: Ghina Rizka R.
Editor: Amelya Queen O.
