Sorot Perhatian, Isu Kekerasan Mahasiswa UB Dibantah Tegas

Dugaan kasus kekerasan seksual yang beredar di media sosial menjadi perhatian mahasiswa di lingkungan Universitas Brawijaya. Arjuna, yang disebut sebagai terduga, memberikan klarifikasi mengenai tuduhan yang ditujukan kepadanya. Arjuna mengatakan tuduhan tersebut tidak benar dan berdampak pada reputasi serta nama baiknya. Ia menyebut telah menjalani proses mediasi dan pemeriksaan pada Kamis (17/09/2026) di Rektorat UB dengan didampingi tim legal BSI dan pihak perwakilan dari DPM UB.

Menurut Arjuna, permasalahan tersebut bermula dari konflik dalam hubungan pribadi. Ia menyebut terjadi pertengkaran yang disertai kontak fisik antara dirinya dan pihak perempuan. Arjuna mengatakan dirinya sempat mengalami cakaran dan lebam, sementara kontak fisik terhadap pihak perempuan terjadi ketika ia berusaha menenangkan situasi. Menurut keterangannya, permasalahan tersebut berlangsung dari 28 Juli hingga 9 Agustus 2026 dan keduanya sempat saling meminta maaf. Namun, pada 12 Agustus, Arjuna menyebut permasalahan tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan berkembang menjadi berbagai tuduhan terhadap dirinya. 

Tim Penanganan menyebut tidak ada saksi mata maupun bukti CCTV yang merekam langsung kejadian tersebut. “Awalnya karena pihak perempuan sudah kami reach out enam kali, belum ada jawaban. Jadi, saya hanya mengambil kronologi dari Arjuna. Namun, setelah mendapat kronologi dari pihak perempuan saya bisa mencocokkan dan kronologi mereka memang cocok. Adanya informasi mengenai perselingkuhan antara Arjuna dengan delapan orang telah dikonfirmasi tidak benar. Pihak Satgas PPKS UB secara tegas juga telah membantah terjadinya kekerasan seksual dalam kasus ini,” ungkap Tim Penanganan.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UB bertindak sebagai mediator yang menghubungkan kedua pihak dengan Rektorat dan Satgas. Dany selaku Wakil Ketua Advokasi DPM UB mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah bertemu dalam proses mediasi, saling meminta maaf, dan mengakui kesalahan masing-masing. Dany menyebut permasalahan antara kedua pihak telah mencapai titik damai dan ditutup melalui proses mediasi. Arjuna mengatakan dirinya kini berfokus pada proses pemulihan nama baik.

Penulis: Panji Setiawan

Editor: Andria Setyaningsih

Tata Visual: Ghama Haritz P.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Karhutla Kalimantan: Ketika Keuntungan Pribadi menjadi Beban Publik
Next post Pihak Perempuan Bantah Kasus Telah Selesai, Satgas PPKPT UB Masih Lakukan Pemeriksaan