Kunjungi UB, Menristekdikti Jawab Tantangan Industri 4.0

 

MALANG – Kampus II Universitas Brawijaya (UB) dipadati civitas academika beserta jajaran pimpinannya untuk menyambut kedatangan Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir Ph. D., Ak pada Selasa, 13 Maret kemarin. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka peninjauan Gedung Layanan Bersama UB dan penandatanganan prasasti. Dalam kesempatan ini, melalui pidatonya Menristekdikti menyinggung tentang revolusi industri 4.0 yang tidak dapat terhindarkan. “Sekarang kita masuk dalam era revolusi industri 4.0. Untuk menyikapinya butuh kebijakan yang berbeda dari masa-masa sebelumnya”, tuturnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Nasir menekankan bahwa program Blended Learning merupakan bentuk penyelarasan kurikulum perguruan tinggi yang siap menghadapi tuntutan globalisasi, sebab melalui Blended Learning minat dan gaya belajar mahasiswa akan dapat tertampung dengan optimal. Menurut hasil riset Universitas Central Florida, mayoritas pendidikan dengan metode Blended Learning mendatangkan hasil yang memuaskan. Adapun Nasir menekankan bahwa program ini penting untuk diterapkan guna meningkatkan teknologi informasi dan layanan pendidikan. “Layanan pendidikan kita harus didorong supaya angka partisipasi kasar perguruan tinggi Indonesia meningkat secara signifikan”, jelasnya.

 

Keselarasan lulusan perguruan tinggi dengan permintaan pasar menjadi salah satu parameter terpenuhinya kemampuan perguruan tinggi dalam menyediakan tenaga kerja yang mumpuni di era industri 4.0. Oleh karena itu perlu diadakan evaluasi sarana yang mewadahinya, salah satunya ialah lab teaching factory. “Perlu diadakan evaluasi lab teaching factory yang memadai kebutuhan industri terkait. Lab ini hadir sebagai tempat inkubasi inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa. Nantinya hasil inovasi ini yang diharapkan akan memberi nilai tambah pada masyarakat”, ujar Nasir

 

Menyepakati cetak biru sistem pembelajaran yang ditawarkan Nasir, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB, Nurkholis, SE., M.Bus.(Acc)., AK., pun angkat bicara. “Itu bagus sekali, saya kira kita semua harus mendukung”, ujar Nurkholis. Menurutnya Blended Learning merupakan sistem yang tepat untuk menyongsong kebutuhan riil industri masa depan. Tak hanya itu, ia juga berharap FEB UB dapat menerapkan sistem ini dalam kurikulum pembelajaran semester depan. (Hamdi/Eli)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *