Ketua Banggar Hilang Tinggalkan Tanggung Jawab

Ilus Banggar

Isu hilangnya Ketua Badan Anggaran (banggar), Javier Muhamad Alfan, ramai diperbincangkan di kalangan lembaga Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (KM FEB UB). Muhammad Furqon selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) pun buka suara menanggapi isu tersebut. “Jika dibilang hilang, itu benar. Tapi kami sedang menelusuri ada kendalanya atau tidak.” Furqon juga menduga perihal kondisi kesehatan Javier yang terganggu.

Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan lembaga KM FEB UB. Disebutkan dalam Tata Tertib DPM FEB UB pasal 5 ayat 3, banggar memiliki fungsi untuk mengkoordinir, mengawasi, dan memeriksa pelaksanaan anggaran lembaga. Hilangnya ketua banggar menyebabkan tidak ada lagi jembatan antara kemahasiswaan dengan lembaga KM FEB UB. “Jika ketua banggar hilang kita enggak bisa nanya-nanya terkait proposal yang di-submit,” ujar Mochamad Rizky Pratama, Kepala Biro Administrasi Keuangan (adkeu) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

Javier diketahui tidak dapat dihubungi sejak Maret 2023. “Kalau enggak salah terakhir dia nge-chat aku itu tanggal 24 Maret,” papar Rizky melalui wawancara daring, Jumat, 9 Juni 2023. Ia kembali mencoba menghubungi Javier pada tanggal 27 April, namun tak kunjung mendapat jawaban. Hal serupa juga dialami oleh pihak DPM dalam upaya menghubungi Javier. Mengatasi permasalahan tersebut, lingkar bendahara sepakat untuk melakukan ploting staf banggar ke setiap lembaga.

Alasan Javier yang lepas tangan dari tanggung jawabnya belum diketahui secara pasti. Pada awalnya, Furqon menduga adanya sentimen antar anggota DPM, “Dulu sempat jadi ketakutan kami masalah ini karena sentimen ke salah satu staf  DPM saja kayak gitu.” Namun, setelah ditelisik lebih jauh, dugaan tersebut tidaklah benar. Furqon menyampaikan bahwa Javier nyatanya juga tidak kondusif dalam perkuliahan.

Rizky menyatakan untuk saat ini tugas banggar diserahkan kepada Biro adkeu BEM FEB UB. “Kemarin sempat diskusi sama kemahasiswaan, ketua BEM, dan ketua DPM, untuk sementara ini proses pencatatan dari kemahasiswaan sampai ke lembaga di-backup dulu oleh BEM,” ungkapnya. Namun, BEM hanya berperan dalam menyampaikan arus informasi, sedangkan untuk validasi, revisi, dan cross check anggaran masih dipegang oleh DPM.

 

Penulis: Izra Putri W.

Editor: Syafiq Muhammad M.

Ilustrator: Syafiq Muhammad M.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Happy
Happy
0
Sad
Sad
1
Excited
Excited
1
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
7
Previous post Kebijakan MBKM Timbulkan Kekhawatiran di Kalangan Mahasiswa
Next post Eksekutif Mahasiswa: Wakil Rektor III Bungkam Kebebasan Akademik