Kebijakan MBKM Timbulkan Kekhawatiran di Kalangan Mahasiswa

Ilus_StraightNews_KebijakanMBKMTimbulkanKekhawatirandiKalanganMahasiswa

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kembali diselenggarakan. Dilansir dari laman pusat informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), MBKM memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil kuliah ataupun kegiatan di luar program studi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) termasuk salah satu yang mengimplementasikan kebijakan tersebut. Salah satu program MBKM yang ditawarkan ialah Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB).

MSIB saat ini telah memasuki masa pendaftaran batch kelima. Mahasiswa semester empat atau lebih yang telah memenuhi syarat dipersilahkan untuk mendaftar program tersebut. Namun, terdapat beberapa kendala yang dikeluhkan oleh mahasiswa dalam proses pendaftaran program MBKM. Privo Divanya Yuniar dari Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma) Badan Eksekutif Mahasiswa FEB UB, mengonfirmasi adanya kendala yang dialami mahasiswa. “Keluhan yang didapat Advokesma sendiri terutama dari mahasiswa semester empat itu karena Departemen Ilmu Ekonomi (IE) sendiri tidak ada kejelasan,” terang Vanya. Tak hanya itu, ia menerangkan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum mengerti prosedur pengajuan Surat Rekomendasi dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Salah satu Mahasiswa Departemen IE, Hamdan Fuadi, turut mengeluhkan perihal lamanya pembuatan surat tersebut, “Jadi buat maju ke step selanjutnya itu agak lama.”

Selain banyaknya kendala dalam proses pendaftaran MBKM, beberapa mahasiswa juga merasa khawatir untuk mengikuti program tersebut. Mereka takut tidak dapat mengambil kelas reguler apabila gagal mengikuti program MBKM layaknya batch empat kemarin. “Kalau faktor eksternal mungkin kekhawatiran ketika enggak dapat MBKM, karena kemarin kalau sudah punya SPTJM diharuskan untuk magang,” ujar Eka Isma Viananningtyas, Mahasiswa Departemen IE. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Vanya bahwa pada batch empat kemarin banyak mahasiswa yang tidak dapat mengikuti kelas reguler. “Batch empat kemarin banyak banget yang sudah ambil komitmen buat MBKM tapi enggak diterima sehingga tidak dapat ambil kuliah reguler,” terangnya. Vanya juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang tidak mendapatkan MBKM terpaksa dialihkan ke program-program lainnya.

Sejauh ini, kebijakan tersebut kembali diterapkan pada program MBKM batch kelima. “Kemarin sempat di-mention juga saat sosialisasi, kalau sudah berkomitmen dan punya SPTJM itu kemungkinan besar enggak bisa ambil kuliah reguler,” Ungkap Vanya. Lebih lanjut, pihak Advokesma juga telah berupaya menanyakan permasalahan tersebut ke kemahasiswaan, namun belum dijawab secara tuntas.

Muncul harapan dari mahasiswa agar adanya perubahan kebijakan pada MBKM batch kelima ini. Hamdan mengatakan, “Harapannya kalau memang ada teman-teman yang tidak diterima MBKM, mohon kelas regulernya dibuka gitu.” Sependapat dengan Hamdan, Tyas juga berharap masih bisa mengikuti kelas reguler nantinya apabila ia tidak diterima di MBKM.

 

Penulis: Syafiq Muhammad M.

Editor: Zaenal Arifin

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
Previous post Kekerasan di Tubuh Menwa, Relevansi jadi Tanda Tanya
Next post Ketua Banggar Hilang Tinggalkan Tanggung Jawab