Keamanan Meningkat, Mahasiswa Dituntut Disiplin

aaa

 

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) merupakan salah satu fakultas berstandar Internasional di Universitas Brawijaya (UB). Fakultas ini mempunyai akreditasi A, yang mana ditunjang oleh akademik yang baik. Sejak tahun 1978, FEB UB mengelola tiga jurusan, yaitu Jurusan Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi. Selain akademik yang baik, FEB juga mempunyai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergunauntuk menunjang soft skill mahasiswa. Dimas Aditya selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FEB mengatakan, “Jumlah lembaga di FEB sekarang ada 18 diantaranya, 5 Lembaga Otonom (LO), 7 Lembaga Semi Otonom (LSO), 3 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), DPM, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),” ujarnya. UKM FEB diatur dengan sistem keamanan yang baik guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi mahasiswa dan UKM.

 

UKM FEB berlokasi di belakang Gedung A, dimana mempunyai sistem keamanan yang dijaga oleh satuan pengamanan (satpam). Sistem keamanan sekarang menggunakan sistem tahun 2006 yang disertai beberapa perubahan. Hal ini juga ditegaskan oleh Dr. Aulia Fuad Rahman, Ak., SAS., Ca., selaku Wakil Dekan II FEB UB, “Sebagian besar masih sama, sistem yang berlaku sekarang adalah tekait kunci, sistem pemakaian ruangan, dan jam malam UKM,” ungkap dosen akuntansi ini. Kunci ruangan dipegang oleh ketua/pengurus lembaga pada masing-masing UKM. Setiap ketua lembaga memberikan daftar anggota atau rekomendasi kepada mahasiswa yang ditunjuk untuk mengambil kunci ke satpam, serta tidak diperbolehkan menggandakan kunci. Fuad menambahkan, “Orang yang mengambil kunci harus bertanggung jawab ketika terjadi hal yang tidak terduga di UKM. Pemakaian ruangan pun juga, penggunaan ruangan untuk kegiatan mulai jam 06.00 s/d 21.00 WIB, diatas jam tersebut harus ada izin khusus ke satpam yang bertugas,” tuturnya. UKM juga bertanggung jawab atas kebersihan, ketertiban, dan menjaga ruangan beserta segala isinya. Namun, sistem keamanan ini dirasa kurang karena masih banyak kasus seperti kehilangan yang terjadi di UKM FEB.

 

Belakangan ini kasus yang terjadi di UKM FEB adalah Homeband. Unit kemahasiswaan yang bergerak di bidang musik ini kehilangan dua gitar, satu bas, dan dua efek gitar. Total kerugiannya mencapai kurang lebih 15  rupiah dan barang tersebut milik dekanat. Faris Kurniawan selaku Ketua Umum Homeband menjelaskan, “Totalnya kalau dihitung-hitung kurang lebih 15 juta rupiah. Barang yang hilang antara lain dua gitar, satu bas, dan efeknya. Malingnya pintar ya cari yang mahal,” jelasnya. Selain Homeband, UKM lain turut mengalami hal serupa. Dimas menambahkan bahwa, ada beberapa lembaga lain yang juga kehilangan barang, seperti di DPM, Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM). DPM dan HMJM, kehilangan inventaris berupa monitor dan Central Processing Unit (CPU). Kasus kehilangan tersebut terjadi karena pihak keamanan yang lalai mengawasi keamanan di FEB. Di samping itu, faktor lain adalah penggandaan kunci lembaga yang dilakukan oleh mahasiswa.

 

 

Menangani kasus tersebut, pihak dekanat langsung turun tangan mengatasi hal yang terjadi di beberapa lembaga dengan mengumpulkan semua Ketua UKM FEB untuk rapat membahas pengoptimalan keamanan FEB kedepannya. Rapat tertutup ini dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2016 dan dihadiri oleh Wakil Dekan III, Ketua Tata Usaha, Kepala Sub. Bagian Umum, dan setiap ketua lembaga. “Kesepakatan dari hasil tersebut adalah penambahan Closed Circuit Television (CCTV), penambahan induk kunci setiap lembaga yang dibawa oleh pihak keamanan, dan peminjanan kunci yang nantinya menggunakan sistem finger print,” ujar Drs. Rujita selaku Kepala Tata usaha.

 

Sejauh ini, untuk meminjam kunci lembaga masih menggunakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Sedangkan penggunaan sistem finger print akan segera direalisasikan guna menunjang sistem lembaga terdaftar yang bisa mengambil kunci dan orang terdaftar tersebut hanya tiga orang,” ungkap Anggit Setiadi selaku Ketua BEM FEB UB. Alhasil, peminjaman dengan sistem finger print ini masih dikaji ulang untuk regulasi pemakaiannya. Fuad menambahkan, “Kami juga memanggil pihak keamanan yang bertugas pada jam kehilangan itu dan memberi sanksi berupa peringatan. Disamping itu, kami juga memasang pagar besi di bawah anak tangga UKM lantai 2 belakang Gedung A dan lorong menuju kantin guna meningkatkan keamanan FEB UB,” jelasnya. Dengan begitu, kasus kehilangan yang terjadi menjadi evaluasi bagi pihak keamanan maupun mahasiswa agar lebih berhati-hati.peminjaman kunci UKM FEB yang lebih sistematis.

 

 

Harapannya untuk mengatasi kasus kehilangan di FEB, maka mahasiswa maupun satpam harus mempunyai tingkat kesadaran yang tinggi supaya keamanan di fakultas kita terjaga dengan baik. Sependapat dengan hal tersebut, Fuad menegaskan, “Perlu ada peningkatan disiplin dari keamanan dan kerjasama yang baik dengan mahasiswa. Diharapkan mahasiswa UKM mematuhi semua aturan termasuk jam malam, tanggung jawab kunci ruangan, dan kebersamaan menjaga keamanan,” tuturnya. Beliau juga menambahkan bahwa pihak keamanan akan mendapat pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme kedisiplinan mereka. “Dengan sarana pendukung yang sudah terpenuhi, diharapkan tidak ada lagi kehilangan barang, terlebih inventaris lembaga,” ujar Anggit. Ia juga menambahkan bahwa, tanggung jawab keamanan ini juga sampai ke mahasiswa UKM FEB, apabila mahasiswanya sendiri tidak merasa memiliki, secara spontan mereka tidak ikut menjaganya.

 

Indikator/ Abid, Esty (Co), Aris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *