Seulas Cerita tentang Perfilman Indonesia

Dunia perfilman tanah air telah menyusuri perjalanan yang cukup panjang . Bila melihat kondisinya saat ini, kian hari industri perfilman Indonesia terus menunjukkan tren yang positif. Bahkan belakangan mulai banyak film Indonesia yang diakui dan diapresiasi di lingkup internasional. Tengok saja film berjudul The Raid yang sukses menjadi salah satu karya film komersial produksi nasional yang diakui masyarakat dunia. Film besutan sutradara Garent Evans tersebut berhasil memperoleh penghargaan The Cadillac People’s Choice Midnight Madness Award di Festival Film Internasional Toronto tahun 2011. Disusul film garapan Riri Riza yang berjudul Laskar Pelangi, karya anak bangsa ini berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi di Asian Film Award yang diselenggarakan di Hong Kong sebagai film terbaik.

Kendati demikian, dunia perfilman Indonesia juga pernah berada dalam masa suram, seperti saat terjadi krisis perfilman nasional pada tahun 1957, karena terganggu stabilitas dan konstelasi politik yang tengah kacau. Selain itu, masuknya film-film impor yang awalnya dimaksudkan untuk memacu perfilman Indonesia teryata justru merebut pasar film nasional. Selanjutnya, pada periode 1992-2000, hal serupa kembali terjadi yang ditengarai beberapa hal, seperti ketidakmampuan beradaptasi dengan pesatnya teknologi, kurangnya daya saing film lokal terhadap film impor yang menjamur di tanah air, serta perubahan tuntutan pasar perfilman nasional.

Sejarah panjang perfilman nasional tersebut lantas diperingati setiap tanggal 30 Maret, sebab bertepatan pada tanggal tersebut pada tahun 1950 terjadi pengambilan gambar pertama dari film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi. Film tersebut merupakan produksi lokal pertama yang menonjolkan karakter Indonesia dan disutradarai oleh orang Indonesia. Tak ketinggalan karya tersebut juga diproduksi oleh perusahaan film dengan nama Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia). Di balik semua itu dikenal lah seorang bernama Usmar Ismail sebagai bapak perfilman nasional. (Zulyan/Adhim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *