Menghormati Kemerdekaan

17 Agustus 1945 merupakan hari yang ditunggu-tunggu bagi bangsa Indonesia. Di umur yang tidak lagi menapak muda, sudah 73 tahun Indonesia merdeka. Diraih dengan tumpah darah, harap-harap cemas pemuda pemudi Indonesia dapat menghormati segala perjuangan pahlawan negerinya. Tetapi, kenyataannya tidak seindah harapan. Semangat pemuda pemudi Indonesia masih terlihat miris untuk mengenang jasa pahlawan dan detik-detik kemerdekaan. Salah satu hal yang terjadi ialah banyak pemuda pemudi Indonesia menyusut kesadarannya untuk mengibarkan bendera.

Hal ini diatur dalam Pasal 7 Ayat (3) Undang-undang Nomor 214 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Pasal tersebut ialah “Bendera negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri”.

Memasang bendera merah putih merupakan suatu perintah dari negara, yang menjadi kewajiban bagi rakyat. Terkhusus pemuda pemudi Indonesia untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme yang lebih baik. Ditilik lebih lanjut, sangat tinggi perubahan yang terlihat pada negeri ini. Pemuda pemudi Indonesia masih disibukkan dengan kegiatannya hingga lupa hari ini adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Bahkan hanya memasang bendera pun tak dilaksanakan.

Sebetulnya, meski terlihat sederhana, hal seperti ini sangat penting dilakukan untuk mengenang jasa pahlawan. Selain itu juga dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme pada anak-anak usia dini. Kini, harapan untuk sekadar melakukan penghormatan banyak ditinggalkan, pun tanpa tahu esensi serta tujuan. Lalu, masih pantaskah kita berdiri pada tanah yang ‘katanya’ kita banggakan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *