MED 2026 Tuai Keluhan Mahasiswa Manajemen UB

Management Entrepreneur Days (MED) adalah program yang digelar oleh Departemen Manajemen FEB UB untuk melatih kemampuan kewirausahaan mahasiswanya. Tahun ini MED akan dilaksanakan di Transmart MX Malang, mulai tanggal 4 hingga 31 Mei 2026. Berbeda dari MED tahun lalu, yang diadakan di Auditorium UB dengan jangka waktu pelaksanaan sepanjang 3 hari, tahun ini MED dilaksanakan nyaris selama sebulan. Dengan adanya perubahan tempat dan waktu pelaksanaan tersebut MED menuai berbagai pertanyaan dan keluhan dari mahasiswanya. Mulai dari tempat pelaksanaan, modal, dan biaya operasional yang diperlukan, hingga kekhawatiran mereka terhadap kegiatan perkuliahan selama berjalannya acara MED.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari mahasiswa manajemen angkatan 2024, penyampaian terkait kegiatan MED dilakukan oleh masing-masing dosen pengampu mata kuliah Lab Kewirausahaan di setiap kelas. Akan tetapi, informasi yang diberikan oleh dosen berbeda di tiap-tiap kelasnya, sehingga membuat progres antarmahasiswa berbeda. “Tiap dosen punya penyampaian informasi yang berbeda-beda, jadi tiap kelas tuh progresnya juga berbeda-beda, ” jelas seorang mahasiswa. Selain adanya perbedaan informasi yang didapat antarmahasiswa, jangka waktu pelaksanaan acara ini juga menimbulkan kekhawatiran. Dengan jangka waktu 28 hari dan dilaksanakan di Transmart dari pukul 12.00 hingga 21.00, para mahasiswa khawatir jika hal tersebut akan mengganggu proses perkuliahan mereka. Kekhawatiran ini didasarkan pada belum adanya kejelasan untuk dispensasi yang diberikan untuk mata kuliah lainnya. Ditambah jadwal perkuliahan yang padat, tugas-tugas dan persiapan untuk KKN, hingga kepentingan pribadi mahasiswa.

Kemudian dengan Transmart menjadi tempat berlangsungnya acara MED, juga turut menjadi kekhawatiran mereka. Karena pada MED tahun lalu berlangsung di Auditorium UB, yang masih dalam lingkungan kampus, sehingga relatif ramai oleh mahasiswa. Sedangkan di Transmart saat ini bisa dibilang sepi pengunjung, sehingga membuat mahasiswa khawatir jika mereka hanya mendapat sedikit penjualan karena traffic flow yang rendah. 

Belum lagi, para mahasiswa juga harus menggunakan uang pribadi untuk modal usaha dan biaya operasional selama berjalannya kegiatan. “Jadi memang benar modalnya 100% daripada mahasiswa itu ada beberapa teman-teman yang memang kesulitan gitu, ” ungkapnya. Ditambah mahasiswa juga perlu membagi hasil penjualan kepada pemilik tempat sebesar 2.5% dari setiap transaksi.
Beberapa mahasiswa memberikan respons bahwa acara ini cukup memberatkan, karena mereka masih memiliki tanggung jawab akademik dan kepentingan pribadi. Mereka ingin kegiatan MED ini dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya. Mereka juga berharap dosen-dosen bisa membimbing dan mempertimbangkan kondisi mahasiswa selama berjalannya MED.

Penulis: Davin Shodiq
Editor: Andria Setyaningsih
Foto: Dokumen Istimewa
Tata Visual: Lailatul Azizah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Simalakama Plastik: Jeratan Harga Global dan Momentum Peralihan ke Sistem Guna Ulang
Next post Menuai Beragam Tanggapan, Panitia MED Jelaskan Konsep Baru Pelaksanaan di Transmart