Menuai Beragam Tanggapan, Panitia MED Jelaskan Konsep Baru Pelaksanaan di Transmart

Management Entrepreneur Days, atau lebih dikenal dengan sebutan MED, adalah program yang diselenggarakan oleh Departemen Manajemen guna melatih kemampuan kewirausahaan mahasiswanya. Program yang diselenggarakan di Transmart MX Malang selama 28 hari ini mengusung konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Memasuki minggu terakhirnya, MED menuai beberapa komentar dari mahasiswa yang mengikuti program ini.
Berdasarkan informasi yang didapat dari beberapa mahasiswa, tidak sedikit dari mereka yang mempertanyakan mengapa Transmart menjadi tempat diselenggarakannya program ini. Hal ini karena dalam beberapa waktu ini Transmart memiliki jumlah pengunjung yang sedikit. Oleh karena itu para mahasiswa khawatir akan traffic flow pengunjung yang rendah, sebab hal itu akan sangat berpengaruh pada penjualan mereka. Mereka juga mempertanyakan mengenai jangka waktu pelaksanaan yang terbilang panjang, yakni selama 28 hari.
Mendapati hal tersebut, Abdurrahman Hakim, SE., MBA. selaku Ketua Panitia MED memberikan jawaban. Ia menjelaskan bahwasanya program ini diselenggarakan di Transmart dengan tujuan untuk menarik lebih banyak pengunjung. Sebab jika dilaksanakan dalam lingkungan kampus, maka akan ada barier seolah targetnya hanya mahasiswa saja. Ia juga menjelaskan bahwa pihak panitia dan dosen sudah membantu untuk mendatangkan pengunjung dengan membuat acara, pengalihan kelas, dan pemberian voucher.
Kemudian, ia juga menjelaskan mengapa MED kali ini berjalan selama 28 hari dari pukul 12.00 hingga 21.00. Hakim menjelaskan jika keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi MED tahun-tahun sebelumnya, dengan tujuan untuk melatih para mahasiswa. “Kalau cuma 3 hari, hari pertama dievaluasi untuk hari kedua, hari ketiga sudah selesai. Mau ngapain? Apa yang bisa dia perbaiki?” tambahnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan jika mahasiswa dibebaskan untuk membuat konsep usaha mereka, asalkan tetap menjunjung tema dan nilai sustainability. Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu terlalu kerepotan dalam membuat persiapan, mulai dari produk, modal, hingga operasionalnya. “Bebas, yang penting bisa diarahkan ke tema sustainability,” jelasnya dalam wawancara.
Selain beberapa hal diatas, mahasiswa juga mengalami kendala dalam mencairkan dana penjualan mereka. Hakim kemudian menjelaskan bahwasannya kendala dalam pencairan dana ini kemungkinan disebabkan karena adanya masalah pada rekening Bank Jatim. Hal ini disebabkan karena KTP mereka tidak muncul di sistem Dukcapil. Untuk mengatasi masalah ini, ia menyarankan mahasiswa melakukan transaksi secara tunai.
Sebagai Ketua Panitia, Hakim berharap para mahasiswa bisa mencurahkan energi dan semangat mereka untuk meramaikan MED dengan sisa-sisa hari yang ada. “Saya harap teman-teman mahasiswa agar bisa mencurahkan energinya untuk bersama-sama, jadi mereka enggak lagi individual untuk bikin usaha (tetap) masing-masing. Tapi yuk bikin kelompok usaha atau bikin asosiasi yang kemudian bisa menggerakkan traffic,” jelas Hakim untuk para mahasiswanya.
Penulis: Davin Shodiq
Editor: Aldira Sifa A.
Tata Visual: Ghama Haritz P.
