Aksi Solidaritas Satu Tahun Tragedi Kanjuruhan

Foto Kanjuruhan

Tepat satu tahun lalu terjadi kericuhan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Imbas dari kejadian tersebut, 135 orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, terdapat ratusan korban lainnya yang mengalami luka ringan hingga berat.  Atas kejadian nahas itu diadakan aksi sebagai bentuk solidaritas dari masyarakat. Aksi ini diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Keadilan Korban Kanjuruhan Aliansi Suara Rakyat. 

Massa aksi berkumpul di Stadion Gajayana pada tanggal 1 Oktober 2023 mulai pukul 13.00 WIB. Selanjutnya, mereka melakukan konvoi menuju Stadion Kanjuruhan. Ribuan massa berkendara dengan membawa berbagai macam poster hingga bendera sebagai simbol menuntut keadilan. Sesampainya di Stadion Kanjuruhan pukul 15.30 WIB, perwakilan keluarga korban menyampaikan pernyataan sikap atas ketidakadilan yang mereka rasakan.

Pembacaan pernyataan sikap disampaikan secara bergantian oleh perwakilan keluarga korban yang hadir. Pernyataan tersebut berisi tuntutan terhadap Presiden RI, Kapolri, serta Ketua PSSI agar proses hukum yang tengah terjadi dapat berlangsung secara adil dan tuntas tanpa impunitas. Selain itu, mereka pun menuntut penghentian renovasi Stadion Kanjuruhan sampai reka ulang kejadian terjadi karena dikhawatirkan dapat mengubah bukti tempat kejadian perkara. Terakhir, mereka menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersolidaritas dan membersamai para korban serta keluarganya.  

Daniel Alexander Siagian, perwakilan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia LBH Malang menyampaikan aksi ini adalah penguatan solidaritas masyarakat sipil untuk perjuangan keadilan korban. Ia menjelaskan aksi ini bukan hanya sebatas ceremonial. “Tapi menjadi suatu rambu adanya ketidakadilan selama satu tahun proses penegakan keadilan tragedi kanjuruhan,”  lanjutnya.

Aksi ditutup dengan doa bersama yang dilakukan di depan gerbang 13. Doa bersama diwarnai haru oleh isak tangis keluarga korban. Daniel berharap dengan aksi tersebut, masyarakat bisa terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan membersamai keluarga korban. “Harapan aksi ini, solidaritas masyarakat sipil harus terus bersuara. Selagi keadilan belum ditegakan maka selama itulah suara-suara kita tidak boleh dibungkam,” terangnya.


Oleh Syifa Sukmadania N. D. 
Editor: Idham Zaidan A.
Foto: Idham Zaidan A

Previous post Satu Tahun Tragedi Kanjuruhan
Next post Kurangnya Transparansi, Peserta Sulit Evaluasi