Resensi ” Sunset Bersama Rossi “

aaaaa

Judul : Sunset Bersama Rosie

Pengarang : Tere Liye

Tebal buku : 426 Halaman

Penerbit : Mahaka Publishing

 

” Diantara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu yang paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki gunung. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi.“

 

Dikisahkan cinta seorang pemuda bernama Tegar untuk teman semasa kecilnya, Rosie. Tegar yang memendam perasaanya setelah sekian lama itu pun harus menanggung kekecewaan ketika ia “kalah langkah” dari Nathan yang lebih dulu menyatakan cintanya kepada Rosie. Bertahun-tahun penyesalan dan sakit hati menghantui Tegar membuat dirinya memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Rosie. Sampai suatu hari, waktu mempertemukan Tegar dengan Rosie kembali. Ia kembali bersama Nathan serta si sulung Anggrek, Sakura, Jasmine dan Lili. Akhirnya Tegar mampu berdamai dengan masa lalunya, menemukan pengertian cinta yang baru lewat 4 kuntum bunga Rosie dan Nathan. Selang beberapa tahun setelahnya, tragedi bom Pantai Jimbaran yang merenggut nyawa Nathan bak air bah yang menyapu kebahagiaan keluarga mereka. Kehilangan Nathan membuat Rosie depresi dan 4 putri mereka yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Akhirnya Tegar mengambil langkah untuk  meninggalkan kehidupannya di Jakarta, termasuk meninggalkan pertunangannya dengan Sekar dan pindah ke Gili Trawangan untuk menjaga keluarga kecil Rosie. “Tak Peduli seberapa membahagiakan atau menyedihkan, hidup harus terus berlanjut. Waktulah yang selalu menepati janji dan berbaik hati mengobati segalanya.” Semenjak itu dimulailah perjalanan untuk pertanyaan, pernyataan yang belum sempat dijelaskan waktu kepada Tegar, Rosie dan 4 kuntum bunganya serta Sekar.

 

Penulis yang akrab dengan nama pena Tere Liye ini secara apik merangkai pertanyaan apakah itu Keinginan? Rasa memiliki? Kesempatan? Dan keputusan? Menjadi  sebuah cerita yang akan membuatmu mempertanyakan kembali soal perasaan. Novel ini sebelumnya diterbitkan dengan judul “Senja Bersama Rosie”, tetapi diterbitkan ulang dengan judul dan cover terbaru yang sekarang beredar luas di pasaran sejak tahun 2011.

 

Alur maju mundur yang disajikan di novel Sunset Bersama Rosie dibuat sangat menarik. Walau cerita yang seringkali  flashback dan  memotong beberapa bagian sehingga terkesan menggantung. Tetapi setiap potongan cerita dari kedua masa yang berbeda saling berhubungan sehingga membuat teka-teki tersindiri bagi pembaca. Penulis yang telah menerbitkan lebih dari 20  karya ini juga memiliki ke khasan gaya berbahasa yang puitis dan penuh dengan ungkapan. Walau pemilihan diksinya  kadang terasa asing, tetapi selalu dirangkai sangat apik sehingga  tetap mudah dipahami. Kedetailannya dalam melukiskan peristiwa seakan membawa pembaca seperti ikut terbawa dalam cerita.

 

Tere Liye berhasil menghadirkan sebuah bacaan yang sanggup membuat penikmatnya terenyuh bahkan pada bait awal novelnya. Suguhan manis nan romantis yang membuatmu sadar bahwa Mawar dapat tumbuh di tegarnya karang bila kau mengkhendakinya.

Karya:

Sthepanie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *