Waspada Scammer Berkedok Duka Teror Grup WhatsApp FEB UB

Aksi penipuan daring berkedok musibah keluarga menyasar grup percakapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB). Pelaku berpura-pura menjadi mahasiswa perantau yang tertimpa duka akibat ayah meninggal dunia demi meminta pinjaman uang senilai Rp30.000 untuk genap mengambil dana di ATM. Peristiwa tersebut terjadi di dalam dua grup WhatsApp Advokesma Center (AC) Mahasiswa Lama FEB UB pada Rabu (22/7/2026).
Pelaku melancarkan aksinya dengan memanfaatkan tautan undangan grup yang tersebar secara terbuka di profil Instagram resmi BEM FEB UB. Setelah berhasil menyusup, pelaku langsung membagikan pesan memohon yang dilengkapi foto suasana duka serta mencantumkan nomor rekening bank dan e-wallet. Luasnya jangkauan grup yang dihuni mahasiswa perantau disinyalir menjadi alasan utama pelaku membidik grup pelayanan bantuan keuangan tersebut sebagai sasaran empuk.
Indikasi penipuan disadari ketika pelaku mendadak mengirimkan pesan meminta uang tanpa adanya interaksi wajar layaknya sesama mahasiswa. Menanggapi gangguan tersebut, admin dari Kementerian Advokesma BEM FEB UB, Safira Aprilia, bergerak cepat dengan menghapus pesan dan mengeluarkan kontak pelaku dari grup. Mahasiswa di dalam grup pun bertindak bijak dengan tidak merespons pesan tersebut dan justru saling memberikan peringatan bahaya penipuan.
Safira menduga kuat bahwa pelaku bukanlah bagian dari mahasiswa FEB UB, melainkan oknum luar yang menyalahgunakan akses publik. Safira turut mengklarifikasi bahwa modus berkedok duka di grup AC ini baru pertama kali terjadi pada Rabu (22/7/2026), sementara rekam jejak bertuliskan tahun 2025 merupakan tangkapan layar aksi pelaku di platform luar. Pihak Advokesma juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada laporan kerugian finansial atau mahasiswa yang terpedaya.
Meskipun tidak ada korban finansial, aksi jual rasa iba ini dikhawatirkan menimbulkan trust issue antarmahasiswa. Safira menyayangkan penyalahgunaan grup pelayanan bantuan keuangan yang seharusnya menjadi wadah aman bagi mahasiswa yang membutuhkan. Ia merasa khawatir jika ada mahasiswa yang nantinya benar-benar mengalami musibah nyata saat masa registrasi UKT, bantuan tersebut justru diabaikan karena dianggap sebagai aksi penipuan.
Sebagai bentuk evaluasi, Kementerian Advokesma BEM FEB UB akan memperketat sistem perizinan obrolan di dalam grup WhatsApp. Fitur mengirim pesan bagi anggota umum akan ditutup, sehingga hanya admin yang dapat mengirim pesan selama di luar masa pengajuan bantuan keuangan. Fitur obrolan baru akan dibuka secara berkala pada masa registrasi semester, sembari Safira mengimbau mahasiswa untuk meningkatkan literasi digital dan tidak ragu melakukan konfirmasi kepada admin jika menemukan pesan mencurigakan.
Oleh: Lutgardis Angelina Ritonga
Editor: Callysta Putri Hastuti
Foto: Dokumen Istimewa
Tata Visual:Lailatul Azizah
