Yang Berangkat Membawa Rumah

Kucium kura tangannya, kekal hangat yang kelak bersemayam di lipatan waktu

“Belajar yang betul, Nak,” tuturnya, menitipkan doa di sela nasihat dan lambaian tangan

Hari ini, kereta menenun jarak di atas rel menuju halaman kosong

Sebuah tempat yang namanya hanya hadir dalam tutur

“Paris of the East Java,” demikian mereka menyebutnya

Tiada dua teduh yang mengiringi menuju hadapan Raden Wijaya

Sementara ribuan langkah asing berhilir menuju satu muara

Barangkali sebuah hunian

Barangkali hanya persinggahan

Atau barangkali mula dari kisah yang kelak menjelma cahaya di jendela rumah 

Kugenggam sebilah keberanian, entah kelak menjadi suluh atau patah sebelum bermuara

Di pundakku bertengger harap mereka yang menanti

Entah menjadi cahaya, entah menjelma beban yang diam-diam mengendap di dada

Dan jika kelak kembali dengan langkah yang tak lagi serupa

“Aku telah belajar, Bu,” semoga kelak menjadi sebaris kalimat yang kubawa pulang

Bukan hanya tentang aksara di dalam lembar, melainkan mengeja kehidupan di tanah yang jauh

Penulis: Aldira Sifa A.
Editor: Andria Setyaningsih
Ilustrator: Callysta Putri H.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Ulasan Mahasiswa Baru tentang RAJA Brawijaya: Meriah dengan Beberapa Catatan
Next post Aku Bukan Gelas Kosong, Hanya Belum Tahu Harus ke Mana